Pengikut

Minggu, 05 Desember 2010

Jati Diri Protokoler Mahasiswa

Disampaikan pada Kongres Nasional I Protokoler Mahasiswa
Bumi Siliwangi, 7 Agustus 2010 / 27 Syaban 1431 H
Penulis : Puji Nur Firman, S.Pd

Secara umum protokol mahasiswa merupakan aturan atau tata krama yang berlaku untuk mengatur suatu sistem secara teratur dengan mengacu pada kebiasaan umum atau yang berlaku secara internasional. secara kenegaraan protokol dipimpin oleh kepala Protokol Negara yang dijabat secara ex officio oleh Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri.

Dalam Sejarah protokol sebetulnya sama tuanya dengan sejarah bangsa-bangsa di dunia yaitu berawal dari tata krama kerajaan pada jaman dulu, protokol itu kedalam mengatur mengenai hierarki, dimana awalnya adalah sebuah kebiasaan yang akhirnya berkembang menjadi hukum kebiasaan yang harus dipatuhi karena hierarki ini menyangkut harga diri.

pentingnya protokol ke luar adalah dalam hubungan antar kerajaan, dimana kebiasaan antara satuy kerajaan dengan kerajaan lainnya berbeda, sehingga jika hendak berkunjung ke kerajaan lainnya harus mengikuti aturan dan tata krama. Hal itu kemudian dirundingkan, sehingga masing-masing pihak sama-sama merasa nyaman. Oleh karena itu masalah protokol dianggap penting dalam hubungan antar negara, maka pada tahun 1815 hal ini diundangkan melaui vienna convention of diplomatic relation. dimana jika kita berkunjung ke suatu negara, walaupun mempunyai kekebalan diplomatik, tetapi kita tidak bisa bebas karena ada pasal 41 yang kita dituntut untuk menghargai hukum setempat dan yang mengatur itu adalah protokol. karena itu setiap negara merasa perlu memiliki lembaga atau institusi yang khusus menangani prootokoler.

Dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003, Perguruan tinggi berbentuk akadeik, politeknik, sekolah tinggi, institut atau universitas. Budaya akademik kampus merupakan tradisi pendidikan tinggi dalam menkjatidirikan sebagai institusi tinggi dalam pendidikan. kultur akademik berasal dari bahasa romawi, akademik sendiri berasal dari kata academida yang artinya pendidikan. Budaya akademik Perguruan tinggi ditandai dengan sistem atau struktur perguruan tinggi dimana senat Perguruan Tinggi atau Senat Akademik merupakan lembaga normatif tertinggi dalam perguruan tinggi. pimpinan perguruan tinggi di negara-negara barat dipimpin Cansselor di Indonesia pimpina perguruan tinggi pada institut dan universitas dipimpin oleh rektor, pada tingkat fakultas dipimpin oleh Dean di Indonesia oleh Dekan, kultur akademikpun dapat terlihat dari beberapa upacara akademik atau sidang senat seperti : Penerimaan Mahasiswa Baru, Wisuda, Dies Natalis,Pengukuhan Jabatan Guru Besar dan Pemberian Gelar Doktor Honouris Causa.

Dalam Kiprahnya keprotokolan mahasiswa sudah tidak diragukan lagi hal ini dapat terlihat sangat jelas, dimana keberadaan protokol mahasiswa dapat  menjawab pertanyaan dan pandangan sebagian masyarakat tentang keberadaan protokol mahasiswa dalam kampus. Mahasiswa diidentikan dengan demonstrasi, penentangan kebijakan pimpinan unniversitas, kritis tak beraturan dan terkadang egois.

Namun hal itu hanyalah pandangan saja, protokol mahasiswa menempatkan diri pada sebagai mahasiswa insan akademik yang berfikir kritis didasari landasan keilmuan, menciptakan nuansa akademik kampus, jarang sekali mahasiswa terlihat berderet rapih memakai seragam mencerminkan kumpulan intelektual muda bangga dengan almamater yang disandangnya protokol mahasiswa membuktikan hal tersebut.

keberadaan protokol mahasiswa menyadari akan eksistensinya sebagai corong dan jendela miniatur perguruan tinggi, dimana setiap ada kegiatan, upacara dan kunjungan tamu Negara ataupun lainnya yang melibatkan orang diluar civitas ,protokol mahasiswalah yang pertama kali tampak, hal ini dapat terlihat dari peran protokol mahasiswa sebagai pengatur tamu mulai dari bandara, perjalanan lokasi kunjungan sampai kembali ke bandara bahkan ketika jalan-jalan diluar acarapun senantiasa memberikan dan mencitrakan negara, perguruan tinggi dan kultur budaya setempat.

Peraturan di protokoler itgu tidak ada warna abu-abu, yang ada hanya hitam dan putih, aturannya hanya boleh dan tidak boleh, tetapi dalam aplikasinya memang kita harus lentur dan fleksibel. dalam dunia protokol ada prinsip your wise is my command titah paduka hamba laksanakan, seorang protokol harus seperti itu.

protokol mahasiswa bukan tempat untuk mencoba-coba mengingat tugas dan tanggung jawab cukup berat, oleh karena itu bagi yang masih setengah-setengah janganlah mengaku sebagai insan protokol.

Dalam protokoler Mahasiswa tidak ada istilah antara studi dan organisasi harus seimbang, karena penyelesaian studi merupakan kewajiban kita sebagai mahasiswa yang telah susah payah diperjuangkan oleh orang tua dan dosen, sedangkan organisasi adalah kebutuhan mahasiswa untuk mencerminkan diri dalam keteraturan. setiap hal yang kita lakukan adalah pilihan dengan segala konsekuensinya. hal ini dapoat dibuktikan para insan protokol mahasiswa walau ditengah kesibukan tugas keprotokolan penyelesaian studi dapat dilakukan tepat pada waktunya.