Pengikut

Rabu, 05 November 2014

DUALISME DPR, MAHASISWA HARAP TURUN TANGAN ATASI KONFLIK

KPMNews – Sudah satu minggu ini pimpinan DPR mengalami konflik dualisme antara pimpinan dewan versi Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Jika konflik antar pimpinan DPR belum selesai minggu ini, dan pimpinan partai masing-masing koalisi tidak ada upaya melakukan pertemuan guna mencari solusi untuk mengakhiri konflik, maka secara riil program pemerintah pada rakyat akan terhambat atau mengalami kepincangan. “Apabila pimpinan masing-masing partai pendukung Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, pimpinan MPR, Pemerintah tidak melakukan pertemuan untuk membahas penyelesaian konflik yang ada di DPR, maka seluruh mahasiswa dan masyarakat diminta untuk ikut mengatasi konflik DPR,” ujar Agus Maulani aktivis Himpunan mahasiswa Islam (HmI), saat dikonfirmasi kemarin (4/11). Menurut Agus, jika dualisme DPR tak kunjung selesai dari konflik maka program pemerintah untuk rakyat akan mengalami kepincangan, sehingga kabinet kerja yang di usung pemerintahan Jokowi-JK akan sedikit terhambat, serta masyarakat menilai kinerja pimpinan dewan hanya mementingkan satu golongan dan bukan bekerja sepenuh hati untuk rakyat. Jika mereka (pimpinan dewan, red) benar-benar bekerja untuk rakyat, saya yakin tidak akan ada dualisme antara KIH dan KMP di DPR, lanjut Agus. Meski sudah ada pertemuan dari kubu KIH, kalau pimpinan masing-masing parpol tidak mengagendakan pertemuan untuk menyepakati penyelesaian KIH dan KMP maka perseteruan di DPR akan terus berlanjut. Menurut Agus, mahasiswa harap turun tangan mengatasi konflik di DPR agar dapat menemukan titik terang dan kembalinya peran mahasiswa yang saat ini mulai memudar, jika saja mahasiswa ikut andil dalam penyelesaian konflik pimpinan DPR maka hak-hak masyarakat akan terpenuhi dan masyarakat bernostalgia serta merasakan hadirnya sosok mahasiswa ‘pemberani, pembela, dan penyalur aspirasi masyarakat’ sebagai garda terdepan dalam tatanan kehidupan masyarakat. Mahasiswa memiliki peranan penting bagi kehidupan masyarakat. Selain belajar, mahasiswa merupakan penyalur aspirasi rakyat ke pemerintah, mahasiswa mempunyai banyak akses untuk menyalurakan aspirasi rakyat ke pemerintah. Mahasiswa adalah harapan rakyat. Tetapi pada kenyataannya, pada jaman sekarang, mahasiswa dapat dibedakan menjadi dua. Mahasiswa yang hanya mengejar keberhasilan di dunia kerja dan mahasiswa yang tidak hanya mengejar keberhasilan tetapi juga sebagai penyalur aspirasi. Segala keluhan masyarakat terhadap pemerintah dapat disalurkan melalui mahasiswa. Disinilah, kekompakan mahasiswa sangat dibutuhkan masyarakat guna menyelesaikan konflik pimpinan DPR. Namun, mahasiswa yang tidak menyadari peran dan fungsinya serta hanya belajar di dalam kelas saja maka aspirasi masyarakat tidak akan tersampaikan dengan baik kepada pemerintah.